Jl. Prof. Soedharto, SH - Tembalang, Semarang, JT 50275, ID

WORKSHOP KEBUTUHAN ALAT LABORATORIUM DUKUNG PENGEMBANGAN SMART CAMPUS POLITEKNIK PEKERJAAN UMUM

Bandung, 25 Agustus 2020 – Sebagai perguruan tinggi vokasi yang mengutamakan praktek dalam kurikulumnya, Politeknik Pekerjaan Umum menyelenggarakan workshop kebutuhan alat laboratorium dan perangkat lunak. Berlangsung selama dua hari, penyelenggaraan workshop ini dihadiri sekitar 30 peserta dari dosen Politeknik Pekerjaan Umum dan tamu undangan. Menghadirkan narasumber dari Intitut Teknologi Bandung (ITB) pada hari pertama diantaranya Dedi Apriadi dari kelompok keahlian geoteknik FTSL ITB, Arry Akhmad Arman dari Direktorat Sistem dan Teknologi Informasi ITB, Suhono Harso Supangkat dari Kelompok Keahliah Teknologi Informasi ITB, Mohamad Farid dari Kelompok keahlian Teknik SDA ITB, Sony Sulaksono Wibowo dari Kelompok Keahlian Transportasi ITB.

Pengembangan sumber daya manusia merupakan prioritas nasional sehingga, pendirian Politeknik Pekerjaan Umum menjawab kebutuhan tenaga kerja konstruksi terampil di era 4.0. Dalam pengarahan yang disampaikan oleh Herman Suroyo, Sekretaris BPSDM, keunggulan Politeknik Pekerjaan Umum berada pada OJT dan kerja praktek, workshop dan laboratorium yang didukung sarana dan prasarana yang lengkap dan mutakhir. Menghadapi kondisi yang hyper-competitive, Politeknik Pekerjaan Umum sedang dalam usahanya membentuk smart campus untuk menciptakan lulusan yang berkualitas.

Dalam membentuk smart campus, harus dimulai dari pembuatan unit kerja yang dapat menangani dan menjaga konsep integrasi dan inovasi atau dalam banyak organisasi disebut unit enterprise architecture. Lebih lanjut, Arry Akhmad dari Direktorat Sistem dan Teknologi Informasi ITB menambahkan bahwa Politeknik Pekerjaan Umum harus mempertimbangkan implementasi Cloud atau On-premise, baik dari sisi layanan maupun biaya. Smart kampus bukan menambah perangkat atau aplikasi tetapi merubah mindset ataupun perubahan budaya dalam lingkungan kampus itu sendiri, sesuai yang disampaikan oleh Suhono Harso dalam paparannya.

Smart Campus juga didukung oleh alat – alat yang memadahi sesuai dengan prinsip perguruan tinggi vokasi yang mengutamakan praktek dibandingkan teori. Salah satunya adalah laboratorium geoteknik yang disampaikan oleh Dedi Apriadi bahwa persyaratan dasar dalam perancangan geoteknik adalah strength dan serviceability. Didukung oleh beberapa peralatan laboratorium yang dapat menunjang mahasiswa Politeknik Pekerjaan Umum, diantaranya alat laboratorium agregat, alat laboratorium aspal, marshall test set, dan lain – lain. Dalam penyelenggaraannya, pendidikan vokasi akan memerlukan banyak praktek lapangan yang sesuai dengan kenyataan sesungguhnya sehingga diperlukan alat – alat laboratorium maupun perangkat lunak pendukungnya.

Lebih lanjut, Sony Sulaksono memaparkan tentang teknologi pengujian di Bidang Transportasi Era 5.0 yang perlu didukung dari segi sumber daya manusia maupun peralatan pengujiannya. Referensi Standar dalam konstruksi jalan dan jembatan harus sesuai dengan SNI (Standar Nasional Indonesia) sebagai satu – satunya standar yang berlaku secara nasional di Indonesia. Mohamad Farid dalam paparannya menyampaikan mengenai tantangan hidro-informatika yang diantaranya keterbatasan kuantitas data, kualitas data, infrastruktur data, dan kualitas SDM yang tidak memadahi. Sedangkan contoh aplikasi hidroinformatika yaitu pada smarter water project.

Acara pada hari kedua diawali dengan dengan paparan singkat dari Masrianto dari Politeknik Pekerjaan Umum, Sugeng Paryanto dari Direktorat Bina Teknik Cipta Karya, Nur Fizili Kifli dari direktorat bina teknik sumber daya air, dan Haliena Armela dari Direktorat Bina Teknik Bina Marga. Masrianto memaparkan tentang peralatan apa saja yang sudah dimiliki oleh Politeknik pekerjaan Umum dan rencana pengadaannya pada tahun 2020. Ketiga narasumber memberikan daftar alat laboratorium yang sebaiknya dimiliki untuk menambah pengalaman mahasiswa Politeknik pekerjaan umum. Sugeng Paryanto memaparkan mengenai laboratorium direktorat bina teknik permukiman dan perumahan yang terdiri dari laboratorium struktur bangunan, bahan bangunan, sains bangunan, air minum dan PLP, dan Pemodelan dan GIS. Adapun direktorat bina teknik permukiman dan perumahan siap apabila ada mahasiswa yang ingin kunjungan lapangan ataupun mengadakan joint research bagi para dosen. Begitu juga dengan Nur Fizili yang memaparkan materinya mengenai peralatan pengujian dan kalibrasi dibidang sumber daya air. Haliena Armela menyampaikan paparannya mengenai laboratorium tanah dan batuan (geoteknik) besera software pendukungnya, sebagai contoh 3DEC Version 4.1, AGI 2D EarthMager, Capwap 2006, DIPS version 5.0, dan lain – lain. Sehubungan dengan tiga prodi yang ada di Politeknik Pekerjaan Umum, diharapkan workshop ini dapat dilanjutkan ke perjanjian kerja sama sebagai bentuk pengembangan dari kedua belah pihak antara Politeknik Pekerjaan Umum dengan seluruh instansi narasumber pada workshop dua hari ini. Acara pada hari kedua ditutup dengan kunjungan lapangan oleh dosen Politeknik pekerjaan Umum ke Direktorat Jalan dan Jembatan serta Direktorat Sumber Daya Air untuk melihat langsung kondisi laboratorium.