Jl. Prof. Soedharto, SH - Tembalang, Semarang, JT 50275, ID

Dalam Rangka Pembuatan SOP dan SPMI, Politeknik Pekerjaan Umum Adakan Workshop Penyusunan Formulasi Standar

Semarang, 22 Juli 2020 – Dalam rangkaian acara workshop pemenuhan dosen dan tenaga pendidik, pada hari selanjutnya Politeknik Pekerjaan Umum (PU) mengadakan workshop lanjutan dengan tema Penyusunan Formulasi Standar Politeknik PU. Berlangsung di Wujil, Kabupaten Semarang, workshop ini dihadiri oleh Beny Bandanadjaja selaku Direktur Dirjen Pendidikan Tinggi Vokasi dan Profesi Kemendikbud, Sri Tutie Rahayu selaku Direktur Politeknik Maritim Negeri Indonesia (Polimarin), Iqlima Dian Handayani selaku Kepala Sub Bagian Akademik Polimarin, Christine Widi Lestari selaku Kepala Pusat Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu Pendidikan Polimarin, dan Siti Maimunah selaku Direktur Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan (PKTJ) secara daring.

Dalam sambutannya, Direktur Politeknik Pekerjaan Umum Prof. Indratmo menekankan bahwa langkah awal dalam penyusunan dokumen sistem penjaminan mutu internal (SPMI) adalah penetapan Standar Politeknik Pekerjaan Umum guna mencapai visi, misi, dan tujuan sertaa sasaran strategisnya. Paparan yang disampaikan oleh Direktur Polimarin Sri Tutie Rahayu berupa langkah-langkah yang ditempuh Polimarin yang dapat dicontoh Politeknik PU salah satunya, perubahan/reframe (mindset) dengan menetapkan visi Polimarin sebagai International Standar of Maritime Polytechnic State. Disarankan agar Politeknik PU juga mengembangkan berbagai program studi tambahan. Melakukan pemenuhan kebutuhan SDM dosen, dan character building Polimarin.

Direktur Pendidikan Tinggi Vokasi dan Profesi Kemendikbud, Beny Bandanadjaja, menyampaikan bahwa Standar Nasional DIKTI dilakukan melalui penetapan, pelaksanaan, evaluasi, pengendalian, dan peningkatan. Lebih lanjut, ruang lingkup standar nasional Pendidikan adalah standar kompetensi lulusan dalam bentuk Link and Match. “Link and Match merupakan pernikahan antara dunia pendidikan dan dunia kerja, antara lain berupa kurikulum yang didiskusikan dengan asosiasi profesi/industri, agar tuntutan kompetensi lulusan dapat menjawab tuntutan kompetensi kerja, meliputi antara lain kurikulum mixed, dosen mixed, sarana prasarana dari pihak ketiga, beasiswa ikatan dinas, dsb.” tutur Beny Bandanadjaja.

Pendirian Politeknik Pekerjaan Umum (PU) diarahkan untuk memenuhi kebutuhan tenaga konstruksi yang terampil, tangguh dan terdepan, dalam pembangunan infrastruktur bidang ke PU-an sesuai arahan presiden. Dengan pengadaan workshop ini diharapkan Politeknik PU mendapatkan masukan-masukan khususnya dalam hal perumusan standar dalam rangka pembuatan SOP dan pengembangan SPMI.